MITOS SEPUTAR DIET

Mitos gak hanya berhubungan hal-hal janggal, mitos bisa terjadi pada hal apapun termasuk diet. Dengan banyaknya mitos diet yang berbedar membuat kebingungan para pelaku program diet. Yang namanya mitos belum tentu salah, tapi pastinya ada alasan lain dibalik itu semua dan bisa juga mungkin pemikiran itu salah. Karena dengan adanya mitos seperti ini, malah membuat mereka-mereka yang sedang diet malah menjauhinya.

Daripada berlama-lama langsung aja yuk apa saja sih mitos-mitos seputar diet..

1.Cleansing Diet

Cleansing Diet

Beberapa tahun lalu sempat viral beberapa pelaku bisnis yang menjual jus untuk melangsingkan tubuh. Dengan harga yang cukup mahal, kamu mengharuskan membeli dalam sepaket yang artinya setiap harinya kamu harus meminum sesuai jadwal dan jus yang sudah di tentukan. Tertunya hal ini tak bisa dilakukan hanya sekali saja. Mitosnya sih bisa ngurangin berat badan, tapi coba pikir lagi deh. Bagaimana kamu bisa mendapatkan karbohidrat yang mana itu penting untuk pembentukan energi?

Perlu diketahui buah dan sayur hanya mengandung protein vitamin saja. Untuk sayur pun tak memiliki kadar protein yang banyak. Iya jus tersebut bisa bikin kenyang dan akan mempertahankan massa otot saja, tapi jika kamu makan normal kembali, pastinya berat badan pun akan bertambah. Jadi lebih baik buah dan sayur dijadikan sebagai menu diet yang seimbang saja.

2.Diet keto

Diet keto

Belakangan ini juga lagi ngetrend yang namanya diet keto, dimana setiap pelaku diet mengurangi kadar karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh. Dan pastinya mereka-mereka ini akan makan makanan yang mengandung protein dan lemak, sehingga akan membuat tubuh terpaksa membuat lemak menjadi energi. Hal ini sangat tidak baik, kenapa? karena ketika karbohidrat yang masuk ketubuh sedikit, makan vitamin dan mineral akan sulit untuk diserap oleh tubuh malah menjadi kekurangan serat.

3.Intermiten Fasting

Intermiten Fasting

Intermiten fasting atau puasa dalam beberapa jam merupakan salah satu cara yang bisa menurunkan berat badan. Pernyataan itu memang benar, karena banyak juga yang berhasil. Cara yang satu ini hampir sama dengan puasa pada umumnya dengan diberi jarak waktu, yang membedakannya intermiten fasting ini masih boleh minum air putih. Tapi perlu diingat, intermiten fasting belum tentu cocok pada semua orang.

Misalnya contoh kasus ada penderita penyakit serius anggap saja diabetes, mereka harus menghindari cara ini. Penderita diabetes sendiri harus bisa mengatur jadwal makannya serta harus tau apa saja asupan makannya pada saat itu. Jika intermiten fasting dilakukan tanpa pengawasan atau orang yang berpengalaman, bisa malah membahayakan tubuh karena kadar gula bisa rendah dan bisa kehilangan banyak elektrolit.

4.Karbohidrat

Karbohidrat

Karbohidrat memang banyak dihindari oleh pelaku diet karena dianggap menjadi hal yang paling berpengaruh terhadap kenaikan berat badan. Lagi-lagi pernyataan itu gak salah karena ada benarnya juga. Tapi tak semua orang yang makan karbohidrat berat badannya bisa bertambah loh. Karbohidrat memang diperlukan oleh tubuh untuk pembentukan energi, tapi dengan jumlah atau kadar yang sesuai dan jangan berlebihan. Jadi kalau kamu mau diet dan menghindari kenaikan tersebut, kamu bisa mengurangi asupan karbo hingga 40 persen.

Karbohidrat pun gak hanya berasal dari nasi atau umbi-umbian kok, kamu bisa menggantinya dengan kacang-kancangan, biji-bijian, serta beberapa sayuran dan buah. Karena jika tubuh kita mendapatkan karbo yang seimbang, maka nutrisi penting lainnya pun akan ikut terbentuk.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *